Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2010

Mengenal Spina Bifida

sumber : Tabloid Ibu Anak Meski nama penyakit ini terdengar "indah", ternyata dampaknya luar biasa. Tapi kendati tak bisa sembuh total, fungsi saraf tetap harus dimaksimalkan. Tak semua bayi yang dilahirkan memiliki fisik sempurna. Ada kalanya bayi kita dilahirkan dengan kelainan tulang belakang alias spina bifida. Nah, bila hal ini menimpa anak kita, apa yang harus dilakukan? Spina bifida, menurut dr. David Tandian, SpBS, dari bagian bedah saraf RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, adalah kelainan bawaan yang terbentuk sejak dalam kandungan. Ada sebagian komponen tulang belakang yang tidak terbentuk. "Jadi, tidak ada tulang lamina yang menutupi sumsum atau susunan sistem saraf pusat di tulang belakang." Bentuk tulang belakang itu sendiri, terang dr. Ifran Saleh, FICS, DSBO, dari bagian bedah tulang RSUPN Cipto Mangun- kusumo, Jakarta, seperti korpus/bagian utama dari suatu struktur, yang terdiri dari 33 ruas. "Nah, pada kasus spina bifida, biasanya

Spina Bifida

SUMBER :Indonesiaindonesia.com DEFINISI Spina Bifida (Sumbing Tulang Belakang) adalah suatu celah pada tulang belakang (vertebra), yang terjadi karena bagian dari satu atau beberapa vertebra gagal menutup atau gagal terbentuk secara utuh. PENYEBAB Resiko melahirkan anak dengan spina bifida berhubungan erat dengan kekurangan asam folat, terutama yang terjadi pada awal kehamilan. Penonjolan dari korda spinalis dan meningens menyebabkan kerusakan pada korda spinalis dan akar saraf, sehingga terjadi penurunan atau gangguan fungsi pada bagian tubuh yang dipersarafi oleh saraf tersebut atau di bagian bawahnya. Gejalanya tergantung kepada letak anatomis dari spina bifida. Kebanyakan terjadi di punggung bagian bawah, yaitu daerah lumbal atau sakral, karena penutupan vertebra di bagian ini terjadi paling akhir. Kelainan bawaan lainnya yang juga ditemukan pada penderita spina bifida: # Hidrosefalus # Siringomielia # Dislokasi pinggul. GEJALA Gejalanya bervariasi, tergantung kepada beratnya kerus

SEKS PASCA STROKE

Sumber : YASTROKI Benarkan stroke yang mengakibatkan kelumpuhan sebelah anggota tubuh sebagai kondisi yang ??mengharamkan?? mereka melakukan hubungan seksual, sehingga menyebabkan mereka tidak peduli lagi dengan seks? Bagaimana melakukan hubungan seksual yang benar bagi suami atau istri pasca stroke? Kepala Biro Konsultasi Kesejahteraan Keluarga PK Sint Carolus, Jakarta, Dr Gerard Paat, MPH mengatakan, mitos yang mengharamkan penderita stroke melakukan hubungan seks perlu dihapus, karena kebanyakan pasien stroke tidak hanya mampu melakukan hubungan seks dengan keterbatasannya itu, tetapi juga membutuhkannya terutama bila pasien tersebut pria. Bahkan, minat seks pada penderita tetap ada, terutama pada minggu-minggu pertama pasca stroke. Ditambahkannya, pada umumnya fungsi seksual pasca stroke sedikit atau banyak akan terganggu. Gangguan tersebut dapat berupa penurunan gairah seksual, gangguan ereksi atau ejakulasi (pada pria), berkurangnya kebasahan vagina dan menurunnya kepakaan alat k